Fans Fanatik Mendukung Atau Merugikan

Fans Fanatik Keadaan jadi tidak teratasi, waktu penggemar Lady Gaga, yang diketahui dengan little monsters, menyerbu blogger isu populer Perez Hilton kemarin. Gempuran penggemar fanatik Lady Gaga itu pada gilirannya membuat Perez terlihat cukup paranoid, sebab banyak komentar negatif itu selanjutnya ke arah pada anaknya.

Dirunut-runut, ‘perang’ di baris periode itu berlangsung sebelumnya setelah Perez mengutarakan ketaksukaannya pada single terkini Gaga ‘Applause.’ Sesudah mengutarakan jika lagu baru itu pun tidak berkilau di chart, Perez menambah jika Katy Perry berhasil singkirkan Gaga selaku selebriti wanita dengan pengikut paling banyak di twitter. Di titik itu, Perez masih mengonfirmasi tempatnya selaku kritikus dunia selingan.

Penggemar Gaga, yang fanatik, terlihat tidak suka dengan banyak komentar itu. Banyak komentar di twitter, yang membuat telinga siapa saja yang membacanya panas pada akhirnya berseliweran di baris periode. Memberi respon seluruh tanggapan Perez. Di satu titik, beberapa penggemar bahkan juga berani memberikan ancaman Perez dan anak lelakinya. Perez terbawa jauh sinetron twitter itu, dan janji jika Gaga dan penggemar fanatiknya cuman akan bawa semuanya pada pertumpahan darah yang tidak dibutuhkan.

Catatan sedikit, Gaga bukan selebriti pertama yang pada akhirnya bermusuhan dengan Perez. Awalnya Gaga dan Perez sesungguhnya bersahabat dekat malahan. Perez sekarang ini terdaftar telah bermusuhan dengan Will.I.Am dan Khloe Kardashian, salah satunya. Apa saja itu, kelihatannya bentrokan Gaga dan Perez makin kotor sebab penggemar fanatik memberikan dukungan penuh Mother Monster mereka. Suport berbentuk banyak komentar menakutkan di twitter.

One Direction
Baru saja, majalah GQ Inggris jadi target gempuran penggemar fanatik One Direction. Boyband terpopuler di dunia itu barusan jadi muka sampul edisi terkini GQ. Dan semasing dari anggota One Direction mendapatkan sampul tunggal. Berlainan dari performa biasa mereka yang beragam warna, preppy dan benar-benar fun, untuk sampul GQ itu One Direction mendapatkan make under yang dewasa dan serius.

Bukan sampul itu yang terserang oleh penggemar boyband asal Inggris itu, tetapi artikel dalam majalah itu yang menurut beberapa penggemar fanatik merendahkan group kecintaan mereka. Salah satunya tema artikel itu yang menurut beberapa penggemar merendahkan One Direction ialah berkenaan tujuan seksual mereka. Harry Styles barusan dirumorkan selaku biseksual, misalkan.
Directioners, penggemar boyband bentukan Simon Cowell itu mengirim teror tiada henti melalui twitter ke salah satunya editor GQ. Teror yang selanjutnya dibagi kembali ke baris periode. Sudah pasti, GQ tidak memandang teror itu serius sebab demografi penggemar group pop satu itu menurut mereka… tak perlu dipandang serius.
Bagaimana dengan Tanah Air? Dunia selingan kita pun tidak terlepas dari kehadiran penggemar fanatik yang beberapa berperangai sama dengan 2 contoh di atas.
Cherry Belle, JKT48
Contoh pertama. Group pujaan yang lagi populer, JKT48 kerap ‘diadu’ dengan girlband lain Cherry Belle – yang sesungguhnya mempunyai pasar mereka sendiri. Dan sesungguhnya, keadaan itu malah tampil antara penggemar-fans mereka sendiri. Salah satu kompetisi ke-2 group itu ialah bagaimana mereka dapat menyediakan paket selingan yang dicintai penggemar. Bagaimana memperlebar pasar mereka. Satu kompetisi sehat yang perlu mereka lalui.
JKT48 mempunyai ide yang lain dengan Cherry Belle. Cukup terang. Tetapi penggemar fanatik, yang kemungkinan cukup cermat dan punyai waktu untuk mendapati kekurangan-kelemahan dari ‘lawan’ group kecintaan mereka berkoar-koar di dunia maya. Melalui sosial media. Termudah mendapati banyak komentar negatif yang memojokkan itu sudah pasti di twitter dan YouTube. Bagus atau tidaknya satu paket selingan punyai nilai relatif yang tidak dapat dipastikan oleh siapa saja. Bahkan juga oleh beberapa kritikus sendiri. Hingga cukup tragis, mendapati banyak komentar pedas dari beberapa orang yang bahkan juga tidak punyai kapabilitas untuk memberi komentar.
Tragisnya kembali? Ke-2 group entertainer itu. JKT48 dan Cherry Belle, bahkan juga tidak punyai waktu untuk mengurus bentrokan di antara penggemar-fans mereka. Mereka tidak punyai waktu untuk mengurusi siapakah yang terhebat antara mereka. JKT48 repot lakukan tour, tembakan program tv sampai siap-siap untuk film layar-lebar mereka. Hal yang juga sama dirasakan oleh Cherry Belle.
Nasib sama dirasakan Sarah Sechan, yang tahun akhir lalu sempat alami sinetron di baris periode. Dia ‘diserang’ oleh beberapa penggemar Agnes Monica yang menganggap memojokkan pujaan mereka itu. Apa yang dirasakan oleh Sarah Sechan, rupanya sempat dirasakan oleh vokalis Jazz Ina Kamarie (sempat tergabung dengan group vocal bentukan Dhani Ahmad, Dewi Dewi). Dia sempat ‘diserang’ oleh beberapa penggemar Agnes Monica.
error: Content is protected !!