Bukan Bakat Dan Menarik Saja Tapi Harus Cerdas Jadi Selebritis

dan pertanyaan dari beberapa reporter. Terpikirkan kan apa yang akan keluar dari mulut seorang artis tidak tahu-menahu mengenai info terkini bila diminta tanggapan pada kejadian? Yap, pastinya jawaban tidak akan menyambung dengan pertanyaan. Karena itu, penting sekali untuk beberapa artis dan public figure terus update dengan info terkini.

Tidak perlu membaca informasi yang berat-berat, di zaman media sosial yang serba hebat, kita cukup follow beberapa account penting yang dapat memasok info terkini untuk kita setiap waktu. Jadi, siapa ngomong jika update info butuh waktu spesial dan lama untuk membaca timbunan buku atau koran. Tinggal follow beberapa orang terpenting dan akun-akun medium karena itu info akan mengucur cepat lewat telephone pegang kamu.

Jika tidak, kemungkinan kejadian seperti Syahrini saat memberi komentar mobil Esemka dapat terulang lagi. Mobil Esemka dari Jepang? Kemungkinan pada waktu itu agenda kerja Syahrini begitu padat sampai dia benar-benar tidak sempat menyaksikan perubahan dunia terkini, sampai dia menduga mobil Esemka bikinan Jepang.

diego michiels
Ada public figure dengan performa tarik, tetapi tidak disokong dengan personalitas yang membahagiakan. Dan ada beberapa orang pandai tetapi tidak dapat kuasai medan dan tempat mereka bergaul. John Robert Power dan Instansi Pengajaran Duta Bangsa yang dimotori oleh Mien Uno adalah dua sekolah personalitas yang lumayan banyak disukai di Indonesia. Mengikut sekolah personalitas bukan bermakna kita tidak berpribadi lho.

Tidak ada kelirunya kan jadi figur individu yang membahagiakan waktu berhubungan dengan beberapa orang. Kemungkinan kamu masih ingat masalah perkelahian yang menyertakan pemain bola muda, Diego Michiels yang berkelahi pada tempat kongkow karena hanya senggolan. Senggolan saja dapat mencetuskan perkelahian, terpikir kan kerusuhan besar apa yang akan muncul bila yang berlangsung lebih dari sebatas senggolan.
puteri indonesia
Short course? Yes! Bukan bermakna jadi public figure di dunia seni cuman dapat memercayakan talenta seni tiada meningkatkan kekuatan yang lain, misalkan saja kekuatan dalam berbahasa. Bahasa Inggris adalah salah satunya bahasa yang sering dipakai sesudah Bahasa Indonesia. Tidak dapat disangkal jika kita kurang lebih perlu kuasai bahasa asing yang ini. Tidak untuk berpenampilan, tetapi untuk perkembangan karier dan perubahan pertemanan di depan.
Grammar hancur waktu bicara, bisa dimaafkan sepanjang musuh berbicara masih pahami. Tetapi, apa yang terjadi waktu seorang public figure benar-benar tidak pahami dengan perbincangan simpel dalam Bahasa Inggris. So, tidak ada kelirunya kan mengambil short course Bahasa Inggris untuk membuat lancar komunikasi dan perjalanan karier di depan. Janganlah sampai peristiwa seperti beberapa bekas Puteri Indonesia yang gagap dalam memakai Bahasa Inggris seringkali berlangsung pada beberapa public figure dan pujaan kita. Nadine misalkan yang keliru menyebutkan Indonesia selaku ‘city’. Atau Maria Selena yang pelafalan Bahasa Inggrisnya dalam satu video susah dipahami.
error: Content is protected !!