J-POP Dan K-POP Seberapa Lama Akan Bertahan

J-POP Dan K-POP Dampak budaya Jepang benar-benar lumayan kuat di Indonesia, ya. Lepas dari bukti kalau negara yang persis dengan bunga Sakura itu dahulu satu diantara penjajah di masa perjuangan kemerdekaan. Budaya Jepang kerjakan pukulan kembali ke Indonesia secara lebih positif.

Budaya mereka yang banyak, dimulai dari lagu, film, teledrama, serta makanan jadi konsumsi Indonesia mulai sejak tahun 70-an. Barangkali mulai sejak Mayumi Itsuwa mengawalinya dengan sejumlah lagu seperti �Kokoro No Tomo� serta �Amayadori.� Ke-2 lagu itu demikian tenar, hingga Mayumi bekerja bersama dengan juara kontes talenta, Delon Thamrin melansir versus Indonesia dari sejumlah lagu legendaris itu pada tahun 2006 kemarin.

Diakhir masa 80-an, masuknya komik-komik, sejumlah film animasi Jepang, serta film ber-genre tokusatsu (pertandingan pahlawan berpakaian) di Indonesia, yang telah diadaptasi ke bahasa Indonesia tentu saja, bukan cuma perdalam cengerakaman budaya Jepang di Tanah Air namun juga memunculkan industri penerbitan. Which is good. Beberapa komik Jepang legendaris, seperti �Doraemon� lagi dibuat ulangi. Serta lagi dicari. Hadirnya �Gavan�, �Google Five� serta banyak judul-judul yang lain jadi percakapan asyik kembali mengenang periode kecil untuk mereka yang tumbuh di masa 80-an serta 90-an.

google five

doraemon, manga
Suatu hal yang tidak dipunyai atau dijajakan oleh Korea Selatan melalui drama-drama televisinya. Yang teranyar, seri �Bima Satria Garuda� merupakan seri tokusatsu versus Indonesia, yang dibentuk dengan instruksi langsung dari Jepang. Dapat ditonton di satu diantara tv swasta.

Di kebun seri tv, �Oshin� serta �Tokyo Love Story� buka jalan untuk banyak seri tv populer berbahasa asing, mendapati tempat di hati banyak penggila Indonesia. Mulai dengan ke-2 seri itu, televisi-televisi lokal lalu mengimpor beberapa seri tv asing lain berasal dari Taiwan, Hong Kong, selanjutnya diawalnya 2000-an, Korea Selatan.

Untuk film, Jepang telah memasukkan dampaknya dengan kuat baik itu di Indonesia, atau internasional. Akira Kurosawa, satu diantara sutradara populer serta nampaknya terpopuler berasal dari jepang, membikin beberapa kreasi legendaris seperti �Seven Samurai� yang nampaknya telah tiba di Indonesia di masa 60-an. Demikian termasyhurnya film itu, Amerika mempunyai versus cowboy-nya (�Magnificent Seven�).
Di bentang 90-an sampai 2000-an, rasa-rasanya tidak ada penyanyi-penyanyi Jepang yang membikin dampak cukup dalam untuk budaya pop Indonesia. Beberapa musikus rock (Laruku, semisalnya) serta band ska asal Jepang cukup kedengar, tapi tidak mainstream.
jkt48
Diawalnya 2000-an, sejumlah film Korea Selatan mulai berkata di tingkat dunia. Dari sana, serial-serial tv serta kelompok-kelompok vokalis pop mereka mulai di kenal luas di Tanah Air. Kemungkinan yang terpopuler merupakan produksi kelompok SM Town yang terdaftar hingga saat ini, bisa melahirkan group-group pop populer. Super Junior, serta yang teranyar, EXO, jadi begitu populer di Asia, Eropa, serta Amerika.
Sesuai sama penyanyi-penyanyi pop yang lain, tidak ada yang serius bertahan cukuplah lama. Bersamaan mereka jadi tua serta (barangkali) tidak demikian manis disaksikan kembali.
Sampai 2014, dampak Korean Pop serta �Hallyu� (semuanya wujud budaya Korea Selatan, seperti sinetron tv, makanan, lifestyle, pariwisata, dll dalam paket �Korean Wave�) masih lumayan besar. Penyanyi-penyanyi Korea lagi banyak yang datang, tapi seri tv kelihatan telah menyusut. Tidak ada seri tv atau film yang cukup membikin �gong� selesai �Jewel in The Palace�, �My Sassy Girl� atau �Winter Sonata.�
Di tengah badai budaya Korea itu, musik pop Jepang membikin gebarakan di Indonesia dengan mendatangkan JKT48. Kumpulan vokalis serta artis berumur remaja itu merupakan penyesuaian langsung dari kelompok kesayangan nomor 1 Jepang, AKB48. Hadirnya JKT48 cukup mengagetkan serta mengendalikan industri selingan di Tanah Air sekarang ini. AKB48 telah ada di industri selingan Jepang waktu nyaris 10 tahun, asumsikan kalau JKT48 mengenyam kemajuan waktu itu.
Dengan semuanya perbedaan, pendataan hadirnya serta dampak budaya Jepang dan Korea Selatan yang baru-baru ini dibeberkan, dapat menyaksikan budaya mana masih selalu tahan di Tanah Air?
error: Content is protected !!