Vin Diesel Masih Mengenang Paul Walker

Mengenang Paul Walker Artis Vin Diesel kenang kembali almarhum Paul Walker melalui upload dalam account Instagram individu. Ke-2 nya berteman sesudah menjadi bintang waralaba film Fast dan Furious semenjak 2001 lalu.
“Tujuh tahun. Tidak sehari juga berakhir [tanpa pikirkan Paul]. Benar-benar mengasihimu, terus,” catat Diesel melalui account namanya @vindiesel.

Saksikan : Skenario Seram The Wailing, Intimidasi Pendatang Baru di Gokseong
Dalam waralaba film Fast dan Furious, Paul memainkan Brian O’Conner yang disebut seorang polisi. Dia ditugaskan menyaru untuk menyelidik perampokan yang dikerjakan barisan Dominic Toretto (Diesel).

Sesudah melalui bermacam sinetron, O’Conner justri berteman dengan Toretto. Bahkan juga dia keluar dari kepolisian dan malah jadi orang yang menyalahi hukum untuk selamatkan Toretto.

Paul paling akhir tampil dalam film Furious 7 yang dikeluarkan 2015 kemarin. Dia wafat sebab kecelakaan mobil saat proses shooting film itu masih berjalan, dia mau tak mau diganti adiknya yang dipoles dampak visual.

Saksikan : UU Penundaan Wamil Ditetapkan, ARMY Gaungkan #BTSLaw
Keluarga artis Paul memberikan restu lanjutan seri film Fast dan Furious. Pengakuan itu dikatakan aktor watak Roman Pearce, Tyrese Gibson, yang berteman dengan Paul.

Dia meneruskan, “Dan menyaksikan orangtua dan adik Paul di pemutaran pertama Fast 8, itu ibarat pesan jika mereka memberikan dukungan kami di tiap cara.”

Di akhir film Fast dan Furious 7, ada episode yang dipanggil Pengemudi Terakhir, spesial dibikin untuk kenang kembali Paul. Pada episode itu, Paul mengemudikan mobil berdekatan dengan Diesel dengan tujuan yang lain.

Diesel sendiri masih terang ingat hatinya yang remuk saat perlu lakukan episode perpisahan dengan Paul. Disamping itu, di akhir film ada tulisan ‘Untuk Paul’.

Saksikan : 9 Pesohor Korea Selatan yang Bebas Harus Militer
Saat interviu bersama NME, Diesel akui sempat tidak pengin kembali lagi shooting untuk Pengemudi Terakhir. Saat itu dia berasa pengin kembali pada makan dan tidak mau tragedi yang menerpa Paul dipakai selaku narasi.
“Kami sanggup lakukan suatu hal yang cantik dan berkualitas. Itu kemungkinan peristiwa terhebat dalam riwayat perfilman. Tidak cuma dalam profesi saya, namun pada riwayat perfilman,” kata Diesel.
error: Content is protected !!